IKLAN

Showing posts with label lakpesdam batang. Show all posts
Showing posts with label lakpesdam batang. Show all posts

Sunday, 18 November 2018

RESOLUSI JIHAD DAN KRONOLOGI HARI PAHLAWAN

RESOLUSI JIHAD DAN KRONOLOGI HARI PAHLAWAN
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebut bahwa fatwa resolusi jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 itu melahirkan hari pahlawan nasional. 

"Seandainya tidak ada fatwa KH Hasyim Asy'ari belum tentu semangat perlawanan, intifadhoh masyarakat Surabaya dan sekitarnya berkobar seperti yang terkenal itu (10 November)," kata Kiai Said pada acara Konferensi Pers memperingati Hari Santri tahun ke empat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Oleh sebab itu, kata Kiai Said, peringatan hari pahlawan yang ditetapkan pada 10 November itu tidak bisa dilepaskan dari pengorbanan para santri dan Kiai. 

"Sepuluh November bisa menjadi hari nasional berkat darahnya para kiai dan santri. Maka tanggal 10 November dari hari pahlawan nasional, sebenarnya adalah hari pahlawan santri," kata Kiai Said. 

Kiai kelahiran Kempek Cirebon, Jawa Barat itu juga pun sempat menjelaskan tentang makna santri. Menurut, santri bukan hanya orang yang pernah menimba ilmu di pesantren, melainkan juga orang yang mempunyai akhlak yang baik dan hormat kepada kiai. 

"Itu santri namanya," jelasnya. 

Ia sempat mencontohkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 H Mohammad Nuh. Kata Kiai Said, Nuh bukan alumnus pesantren, tetapi karena berkahlak baik dan hormat kepada kiai, maka ia disebut dengan santri. 

"Contohnya misalkan, mohon maaf saya jadikan contoh, Profesor Muhammad Nuh itu bukan keluaran pesantren, tapi beliau berkahlak baik dan hormat kepada kiai, beliau adalah santri," ucapnya. 

Hadir Katib 'Aam PBNU KH Yahya Qholil Tsaquf, Ketua PBNU H Eman Suryaman, H Umar Syah, , Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, dan Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2018 H Marsudi Syuhud. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)
banser batang banser pekalongan bendera tauhid hari pahlawan islam nusantara kh said aqil siroj lakpesdam batang lakpesdam kota pekalongan lakpesdam nu pcnu pekalongan resolusi jihad

Thursday, 16 August 2018

NU Pekalongan Siap Kelola Perguruan Tinggi Aswaja

NU Pekalongan Siap Kelola Perguruan Tinggi Aswaja


Pekalongan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan sejak dua tahun terakhir ini dibuat sibuk mempersiapkan lembaga pendidikan tinggi berhaluan Ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Aswaja) sebagai tindak lanjut amanat Konferensi Cabang (Konfercab) tahun 2013.

Ada beberapa opsi pendirian lembaga pendidikan tinggi, yakni mendirian lembaga pendidikan tinggi baru berupa rintisan lembaga dari nol atau alih kelola lembaga pendidikan tinggi yang sudah berjalan.

Dari hasil konsultasi ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidinan Tinggi (Kemenristek Dikti) serta melihat moratorium Pemerintah tentang perguruan tinggi pada tahun 2017, akhirnya PCNU Kabupaten Pekalongan memilih opsi kedua yakni alih kelola lembaga pendidikan tinggi yang sudah ada untuk dikelola dan dikembangkan menjadi Universitas Nahdatul Ulama.

"Jika tidak ada moratorium tentang penirian pendidikan tinggi, PCNU  Kabupaten Pekalongan lebih memilih opsi pertama, yakni mendirikan pendidikan tinggi mulai dari nol," ujar Sekretaris PCNU Lukman Hakim.

Dikatakan, pilihan alih kelola pendidikan tinggi ternyata prosesnya memakan waktu yang cukup lama. Pasalnya, PCNU harus tahun detail lembaga yang akan dialih kelola seperti manajemen, kondisi mahasiswa, karyawan hingga dosen.

Namun demikian, pihak PCNU Kabupaten Pekalongan merasa beruntung karena lembaga pendidikan yang akan dialih kelola ialah milik warga nahdliyyin yakni Politeknik Batik (Polbat) Pusmanu yang bermarkas di Jalan Jenderal Sudirman 29 Pekalongan.

Setelah melalui proses yang cukup panjang yang dimulai sejak bulan Pebruari tahun 2017 kemarin, akhirnya Kemenristek Dikti mengeluarkan SK pengalihan pengeloaan Politeknik Pusmanu di Kabupaten Pekalongan dari Yayasan Al Utsmani kepada Perkumpulan Nahdatul Ulama dengan nomor : 636 / KPT / 1 / 2017.

Sejak Juli tahun 2017 penerimaan mahasiswa baru dibawah naungan PCNU dengan kampus sementara di Gedung PCNU Jalan Karangdowo Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Polbat Pusmanu, adalah sebuah nama yang tak asing bagi masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Politeknik adalah institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan professional dibidang keahlian tertentu, sedangkan nama BATIK berasal dari Usaha Kerajinan Batik Tulis dan Cap sebagai budaya masyarakat Pekalongan. 

Polbat Pusmanu berdiri di bawah naungan Yayasan Al Utsmani Pekalongan. Nama Pusmanu singkatan dari Perguruan Tinggi Usaha Sosial Masyarakat bersama Nahdlatul Ulama. Politeknik Batik Pusmanu berdiri secara resmi di bawah Yayasan Al-Utsmani pada tanggal 12 Februari 2002 berdasarkan SK Yayasan Al-Utsmani Pekalongan Nomor : C.089/YYS.AL-UTSMANI/II/02. 

Latar belakang berdirinya Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan ini muncul dari suatu keprihatinan H. Arifin Utsman sebagai seorang pengusaha dan sosok yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, melihat tingkat pengangguran yang terus meningkat, terlebih setelah menyaksikan adanya kesenjangan yang cukup tajam antara lulusan perguruan tinggi yang bergelar sarjana dengan kompetensi dan keahlian yang tidak relevan dengan bidang kerja yang tersedia.  

Polbat Pusmanu saat ini memiliki 3 (tiga) Program Studi yaitu Teknik Batik, Manajemen Bisnis Internasional, Kesekretariatan dan Administrasi Kantor, dan Akuntansi yang diajukan ke Dirjen Dikti dan disetujui sesuai dengan SK Nomor : 641/D2/2002 tanggal 09 April 2002. (Abdul Muiz/Kendi Setiawan)

kampus nu lakpesdam batang lakpesdam jawa tengah lakpesdam pekalongan nu jateng nu pekalongan

Wednesday, 15 August 2018

Silaturahim NU Sedunia Kukuhkan Semangat Islam Nusantara


Jakarta, NU Online
Pada tanggal 18 Agustus 2018 mendatang akan digelar Silaturahim NU Sedunia ke-17. Silaturahim dibersamakan dengan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Hotel Wihdah Towe, Biban Jarwa 1103-A Makkah Al Mukaramah.

Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini mengatakan pertemuan ini akan dihadiri oleh kader-kader NU yang berdiaspora dan berkiprah di pelbagai belahan dunia.

“Kami ingin mengukuhkan semangat Islam Nusantara sebagai jalan untuk menuju perdamaian dunia,” kata Sekjen Helmy, Rabu (15/8) di Jakarta.

Diagendakan pada pertemuan tersebut hadir sejumlah tokoh dan kiai, termasuk Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin; Katib Aam PBNU, KH Yayha Cholil Staquf; Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini; KH Subhan Makmun, KH Mujib Qulyubi, Duber Agus Miftah Abuigeriel, Sa’adullah affandy, Ahmad Fuad Abdul Wahab, H Imran Masyhudi.

Silaturahim NU Sedunia ke-17 dan MKNU bertema Islam Nusantara dari NU untuk Dunia. (Kendi Setiawan)

lakpesdam 2019 lakpesdam batang lakpesdam pekalongan NU kota pekalongan organisasi NU program lakpesdam struktur organisasi lakpesdam

 

berikut ini beberapa buku referensi yang kami aanjurkan untuk dimiliki pemuda NU:

  • Copyright © LAKPESDAM PEKALONGAN™ is a registered trademark.
    Blogger Templates Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.